Dalam dunia botani, kopi memiliki ratusan spesies, namun pasar global didominasi oleh dua jenis utama: Coffea Arabica dan Coffea Canephora (lebih dikenal sebagai Robusta). Perbedaan keduanya bukan sekadar masalah selera, melainkan berakar pada struktur biologis yang sangat kontras.
Struktur Genetik: Rahasia Kompleksitas Rasa
Perbedaan paling fundamental antara keduanya terletak pada jumlah kromosomnya. Arabika adalah spesies tetraploid yang memiliki 44 kromosom, sementara Robusta adalah diploid dengan 22 kromosom.
- Variasi Profil Rasa: Karena memiliki jumlah kromosom dua kali lipat, Arabika memiliki potensi genetik untuk menghasilkan ratusan senyawa aromatik. Hal ini menciptakan spektrum rasa yang luas, mulai dari buah-buahan (fruity), bunga (floral), hingga kacang-kacangan (nutty).
- Karakteristik Robusta: Dengan struktur genetik yang lebih sederhana, Robusta memiliki profil rasa yang cenderung konsisten tetapi terbatas pada nuansa tanah (earthy), gandum, dan cokelat gelap dengan aftertaste yang lebih pahit.
Kandungan Kimia: Kafein dan Gula
Struktur genetik tersebut juga mempengaruhi komposisi kimia di dalam biji kopi yang berdampak langsung pada kesehatan dan rasa:
- Kafein: Robusta mengandung kafein sekitar 2,2% – 2,7%, hampir dua kali lipat dari Arabika yang hanya 1,2% – 1,5%. Kafein berfungsi sebagai pestisida alami; inilah sebabnya pohon Robusta jauh lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
- Gula dan Lemak: Arabika mengandung hampir 60% lebih banyak lemak (lipid) dan hampir dua kali lipat konsentrasi gula dibandingkan Robusta. Kandungan gula yang tinggi ini sangat berperan dalam menciptakan tingkat keasaman (acidity) yang cerah dan bersih saat diseduh.
Karakteristik Pertumbuhan (Terroir)
Kedua tanaman ini membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda untuk bertahan hidup:
| Fitur | Arabika | Robusta |
|---|---|---|
| Ketinggian Ideall | 1.000 – 2.000+ MDPL | 0 – 800 MDPL |
| Suhu Lingkungan | Sejuk (15°C – 24°C) | Hangat (22°C – 30°C) |
| Bentuk Biji | Lonjong & garis tengah meliuk | Bulat & garis tengah lurus |
Penggunaan dalam Industri
Karena kualitas rasanya, Arabika umumnya digunakan untuk pasar specialty coffee dan kedai kopi gelombang ketiga (Third Wave). Di sisi lain, Robusta adalah tulang punggung industri kopi instan dan campuran (blend) espresso karena kemampuannya menghasilkan crema yang tebal dan memberikan "tendangan" kafein yang kuat.
Catatan Barista: Tidak semua Arabika itu baik dan tidak semua Robusta itu buruk. Kini muncul gerakan "Fine Robusta" yang diproses dengan standar tinggi untuk menghasilkan rasa yang bersih dan kompetitif dengan Arabika kelas menengah.

