Pengetahuan tentang Kopi

Body dalam Kopi: Antara Tekstur dan Kekentalan

Daftar isi

Dalam dunia coffee tasting, kita sering mendengar istilah "Body". Banyak orang keliru menganggap body sebagai intensitas rasa pahit, padahal Body (atau sering disebut mouthfeel) merujuk pada sensasi fisik, tekstur, dan berat cairan kopi saat menyentuh indra perasa di dalam mulut.

Dari Mana Body Berasal?

Body kopi ditentukan oleh keberadaan minyak kopi (lipida) dan padatan terlarut (senyawa organik dan mineral) yang berhasil diekstraksi dari bubuk kopi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama:

  • Varietas & Origin: Kopi Sumatra secara alami memiliki body yang lebih tebal dibandingkan kopi Amerika Tengah.
  • Metode Roasting: Profil dark roast biasanya menghasilkan body yang lebih terasa berat karena karamelisasi gula yang lebih intens.
  • Metode Penyeduhan: Alat dengan filter logam (seperti French Press atau Moka Pot) membiarkan minyak kopi masuk ke cangkir, sehingga body terasa lebih tebal dibandingkan filter kertas (seperti V60) yang menyaring minyak tersebut.

Kategori Tekstur Body Kopi

Para profesional menggunakan analogi tekstur makanan sehari-hari untuk mendeskripsikan body:

  • Light / Tea-like (Ringan): Cairan terasa encer dan bersih, memberikan sensasi segar seperti meminum teh. Umumnya ditemukan pada kopi light roast yang diseduh dengan filter kertas berkualitas tinggi.
  • Medium / Smooth (Sedang): Memiliki sedikit tekstur namun tetap mudah ditelan. Rasanya menyerupai tekstur susu cair (whole milk) di lidah.
  • Heavy / Syrupy (Berat): Terasa sangat kental, kaya akan minyak, dan meninggalkan lapisan (coating) di lidah. Teksturnya menyerupai sirup atau cokelat leleh.

Cara Merasakan Body dengan Benar

Untuk melatih indra perasa Anda, cobalah teknik berikut saat melakukan cupping:

  1. Ambil sesendok kopi, lalu hirup dengan kuat (slurp) agar cairan menyebar ke seluruh permukaan lidah.
  2. Tekan lidah Anda ke langit-langit mulut.
  3. Rasakan seberapa "lengket" atau seberapa lama sensasi berat kopi tersebut bertahan sebelum hilang. Inilah yang menentukan kualitas aftertaste dan struktur body kopi tersebut.
Catatan: Body yang tebal tidak selalu berarti kopi tersebut lebih baik. Kopi dengan body ringan seringkali justru menonjolkan catatan rasa (tasting notes) yang lebih kompleks seperti aroma bunga atau buah-buahan yang halus.