Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kopi spesialti dihebohkan oleh kemunculan profil rasa yang tidak biasa—seperti yogurt, kayu manis, hingga buah-buahan tropis yang sangat intens. Rahasia di balik ledakan rasa ini adalah Anaerobic Fermentation (Fermentasi Anaerobik), sebuah teknik yang diadaptasi dari industri pembuatan anggur (wine).
Apa Itu Proses Anaerobik?
Secara harfiah, 'anaerobik' berarti "tanpa oksigen". Dalam proses ini, buah kopi (cherry) yang baru dipetik dimasukkan ke dalam tangki berbahan stainless steel yang kedap udara. Karena oksigen dikeluarkan dari siklus, lingkungan di dalam tangki menjadi sangat terkendali.
- Kontrol Mikroba: Tanpa adanya oksigen, jenis bakteri dan ragi yang biasanya merusak kopi tidak dapat hidup. Sebaliknya, bakteri pembuat asam laktat berkembang biak dengan baik.
- Stabilitas Suhu: Proses ini memungkinkan produsen untuk memantau suhu dan tingkat pH secara presisi di dalam tangki, sesuatu yang mustahil dilakukan pada metode penjemuran tradisional.
Bagaimana Ia Mempengaruhi Rasa?
Fermentasi anaerobik memaksa gula dan asam dalam daging buah kopi untuk meresap lebih dalam ke dalam biji kopi dengan cara yang berbeda dari proses biasa:
- Profil Rasa "Liar": Kopi ini sering kali memiliki aroma yang sangat kuat dan kompleks, menyerupai buah-buahan yang difermentasi (seperti nangka atau nanas matang).
- Tekstur Creamy: Berkat produksi asam laktat yang tinggi, kopi hasil proses anaerobik biasanya memiliki body yang terasa lebih tebal dan tekstur yang halus di lidah, mirip dengan sensasi minum yogurt atau mentega.
- Kemanisan yang Intens: Karamelisasi internal selama fermentasi menciptakan tingkat kemanisan yang sangat tinggi dan tahan lama (lingering sweetness).
Tabel Perbedaan: Anaerobik vs Tradisional
| Aspek | Proses Tradisional | Proses Anaerobik |
|---|---|---|
| Lingkungan | Terbuka (Kontak dengan udara) | Tertutup (Tangki kedap udara) |
| Waktu | 12 - 24 Jam | 24 - 100+ Jam |
| Karakter | Clean, Klasik, Konsisten | Eksotis, Kompleks, Unik |
Tips Seduh: Karena kopi proses anaerobik memiliki profil rasa yang sangat intens, cobalah menggunakan suhu air yang sedikit lebih rendah (sekitar 88°C - 90°C) agar rasa fermentasinya tidak terlalu mendominasi dan tetap seimbang.

